Gas Alam Aman? Pasang Tidak Ya? - CerdasManfaat.com : Kumpulan Tulisan Cerdas Dan Manfaat

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 25 September 2019

Gas Alam Aman? Pasang Tidak Ya?

Seperti biasa, setiap bulannya ada kegiatan rutin warga se-RT yang bertempat di halaman musholla, membahas info-info terupdate tentang kegiatan RT, PKK, juga arisan RT. Momen pertemuan warga ini sekaligus sebagai sarana silaturahim, karena meskipun rumah kami tidak terlalu jauh, karena berbagai kesibukan membuat jarang bertemu :)

Tawaran Pemasangan Gas Alam Gratis

Pertengahan bulan Agustus kemarin di pertemuan rutin RT, disampaikan bahwa Pak RT meminta warga untuk mendaftarkan dirinya (rumahnya), untuk pemasangan gas alam gratis dari pemerintah. Konon kabarnya pemasangannya tidak dalam waktu dekat, namun sekitar 2 tahunan lagi. Tapi pendaftarannya dilakukan sekarang.

Mendengar kata gas... yang kepikir di kepala adalah berbahaya apabila terkena api, Lha ini malah mau dipasang pipa gas alam yang istilahnya gasnya bakal on terus. Kalau pakai tabung gas, kalau meledak, ledakannya tergantung isi gas yang masih ada di dalam tabung. Lha kalo pipa gas? gasnya ngalir terus, bagaimana kalau terjadi ledakan/kebakaran? Otomatis pikiran jadi parno. Ya kan?

Waktu batas akhir pendaftaran pemasangan gas alam sudah ditentukan. Dan waktunya hanya 2 minggu dari sejak disampaikannya di forum pertemuan rutin RT yang dilaksanakan tiap bulan itu.

Sebagai warga baru, apalagi saat pertemuan rutin RT tersebut kebetulan saya tidak bisa hadir karena suatu hal, sehingga saya tidak mendapatkan penjelasan yang cukup terkait ini. Tanya sana-sini, ternyata jawabannya sama saja hehehe. Fix, pada banyak yang senasib!


Pasang Gas Alam Tidak Ya?

3 Hari mendekati batas akhir pendaftaran.
Bingung... bagaimana ini? Daftar tidak ya? Waktu semakin dekatttttt.... tik..tok..tik..tok...

Seorang santri berada di samping meteran gas jaringan gas bumi rumah tangga di sekitar Pondok Pesantren As-Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (8/1/2019). - ANTARA/Zabur Karuru

Hunting Info Seputar Gas Alam

Mulailah mengumpulkan informasi dari dunia maya, aka riset kecil-kecilan ala ibu rumah tangga. Apalagi suami sedang tugas di luar kota, otomatis untuk diskusi dengan suami terkait ini sedikit terhalang.

Dimulailah riset tersebut. Mulai dari googling, searching di sosial media : twitter, facebook, instagram, searching di email, tanya teman, baca artikel, dll, hingga mengganggu waktu masak, beres-beres rumah, main sama anak, juga me-time :D

Terkumpullah informasi tentang gas alam, yang jika dirangkum kira-kira sebagai berikut :

  1. Harga gas alam lebih murah dari gas LPG.
  2. Penggunaan gas alam lebih mudah dari gas LPG.
  3. Pada penggunaan gas alam, ada meteran khusus yang dipasang di tiap rumah pelanggan.
  4. Pembayaran gas alam mudah, bisa online seperti pembayaran PDAM, bisa via marketplace juga.
  5. Sudah cukup banyak daerah yang menggunakan gas alam, tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.
  6. Biaya pemasangan gas alam gratis sampai ke rumah pelanggan oleh pemerintah, namun pipa dari depan rumah ke dalam ditanggung oleh pelanggan.
  7. Berat jenis gas alam berbeda dengan gas LPG. Berat jenis gas alam lebih ringan dari udara, sehingga ketika terjadi kebocoran akan terbawa dengan udara ke atas. Gas LPG berat jenisnya lebih berat dari udara, sehingga ketika terjadi kebocoran akan menumpuk di bawah, yang menjadi berisiko terjadinya pengendapan gas pada lantai dan terjadi ledakan jika ada pemicunya. 
  8. Gas LPG dikemas di dalam tabung bertekanan tinggi, sedangkan gas alam bertekanan rendah. Gas alam relatif lebih aman dari gas LPG.
  9. Gas bumi sangat aman digunakan oleh penggunanya, karena sifatnya yang tidak beracun, tidak berwarna, lebih ringan dari udara dan tidak berbau. Namun sebagai tindakan pencegahan, gas bumi (PGN) ditambahkan suatu bahan pembau agar mudah dikenali jika terjadi kebocoran.
  10. Kebocoran dapat dideteksi dari bau, alat deteksi khusus, dan angka paling kanan meteran gas yang berputar meski tidak digunakan. Jika terjadi kebocoran, tutup keran luar dan dalam, serta ventilasi dibuka agar gas terlepas ke udara.
  11. Dalam kondisi kebocoran gas, juga disarankan jangan menyalakan api maupun peralatan listrik, jika ingin ketahui kebocoran gunakan gelembung sabun ke setiap sambungan pipa gas. Jika ada semburan api keluar dari pipa, jangan panik, karena itu tidak akan meledak, segera padamkan dengan kain basah, dan jangan pernah langsung menyiramkan air.
  12. Pelanggan gas alam tidak perlu lagi membeli tabung gas yang harus diganti setiap kali habis. Pelanggan bisa menggunakan Jargas untuk beberapa keperluan sekaligus seperti memasak, mandi air hangat, dan hal lain yang tidak mungkin dilakukan ketika punya tabung gas.
  13. Pemasangan gas alam ini bagian dari  4,7 juta sambungan tambahan baru sampai 2025 sesuai dengan rencana Kementerian ESDM.
  14. Dari hasil baca komentar-komentar pada postingan di sosial media, sebagian besar yang sebelumnya menolak memasang gas alam, setelah di daerahnya dipasang gas alam, menyesal mengapa dulu tidak ikut serta mendaftar (CMIIW).
  15. Biaya pemasangan gas alam ini cukup mahal, yaitu sekitar 3,2 juta (tahun 2016). Sehingga dengan adanya penawaran pemasangan gratis dari pemerintah, perlu disyukuri dan dimanfaatkan.

Berikut beberapa screenshot sosial media (public), terkait pengalaman dari mereka yang sudah menggunakan gas alam :





















Saluran gas alam PGN menghiasi dinding rumah warga di Jalan Muhajirin V RT 27 RW 08 Kelurahan Lorok Pakjo Palembang, Selasa (28//11/2017). Menurut Cekmat, warga di kawasna itu sudah terbiasa memakai gas alam dan sudah beberapa tahun lalu dikarenakan selain hemat, bersih juga ramah lingkungan. Artikel ini telah tayang di sripoku.com


Detik-detik penutupan pendaftaran...
Deg..deg... deg... daftar tidak yaaa?

Ngobrol panjang lebar dengan suami.
"Ok, daftar dulu saja bunda", jawab suami.
Baik, bismillah.

Di hari terakhir pendaftaran, di saat-saat terakhir... mendaftarlah saya untuk ikut program pemasangan gas alam ke panitia pendaftaran yang sudah ditunjuk.
Bismillah, semoga pilihan kami benar. Aamiiin.

Untuk sahabat semua, apakah ada yang sudah memakai gas alam di rumahnya?
Share pendapat kalian di kolom komentar ya... insyaallah sharing dari sahabat sekalian bermanfaat bagi masyarakat.
Barakallah, semoga kebaikan sahabat dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, Aamiiin.

Salam ukhuwah :)
Zakia - CerdasManfaat.com


Referensi :
- republika.co.id/berita/ekonomi/energi/18/12/26/pkc7pm368-ini-perbedaan-gas-alam-dan-elpiji-untuk-memasak
- m.merdeka.com/uang/begini-cara-daftar-berlangganan-gas-pgn-cuma-satu-jam.html
- ekonomi.bisnis.com/read/20190210/47/887152/mau-tiap-rumah-punya-jaringan-gas-ini-yang-harus-dilakukan-pemerintah-dan-pengembang
- palembang.tribunnews.com/amp/2018/12/26/syarat-dan-biaya-pasang-gas-alam-ke-rumah-tangga-sp2j-palembang-bisa-dicicil-3-kali-angsuran
- ekonomi.kompas.com/read/2018/12/10/220000626/kini-bayar-tagihan-gas-bumi-pgn-bisa-pakai-go-pay
- bisnis.tempo.co/read/899528/jonan-proyek-apbn-gratis-pasang-pipa-gas-rumah-tangga
- medan.tribunnews.com/amp/2019/02/18/warga-heran-jaringan-gas-alam-belum-bisa-dipakai
- jatim.idntimes.com/news/jatim/imron/pasang-jaringan-gas-masyarakat-lamongan-tak-khawatir-kehabisan-elpiji
- bloranews.com/kenapa-harus-pakai-gas-bumi-dalam-jargas-untuk-rumah-tangga/3/
- suaramerdeka.com/news/baca/179371/program-jargas-blora-tetap-dilanjutkan




3 comments:

  1. Eh di Jogja belum ada ya? Jadi pengen pasang juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. setahu saya di Jogja udah ada mbak, namanya GasLink... cuma setahuku itu untuk hotel, restoran dan pengusaha bakpia.. semoga warga juga bisa ikut menikmati juga ya.
      Makasih udah mampir mbak :)

      Delete
  2. saya pakai gas alam, sudah 6 bulanan ini. alhamdulillah sejauh ini aman, belum ada kendala, juga ada maintenance rutin dari pihak gas alamnya

    ReplyDelete