Lebih Cinta Bumi - CerdasManfaat.com : Kumpulan Tulisan Cerdas Dan Manfaat

Breaking

Home Top Ad

Sunday, 27 October 2019

Lebih Cinta Bumi

Lebih cinta bumi?
Lebih cinta bumi dari siapa/apa?
Ssstttt... cooling down dulu.. hehehe.
Maksudnya : ayo sekarang kita lebih mencintai bumi dari sebelumnya :)

Bumi tempat kita tinggal, bernaung...
Segala yang terjadi pada bumi, kita merasakan pula akibatnya.
Senang atau pun tidak,
juga baik dan buruknya.

Sudah berapa usia bumi?
Entahlah, yang jelas sudah sangat tua jika ditilik dari sejak manusia pertama diturunkan ke bumi, yaitu Nabi Adam as.

Berbagai tingkah pola manusia, setelah sekian lama...
Apakah membuat bumi lebih baik?
Ataukah justru semakin rusak?
Hal yang mengusik pikiran saya beberapa waktu belakangan ini...

Bumi rumah kita

Bumi adalah rumah kita. Tempat tinggal kita.
Apa yang sudah dilakukan selama ini untuk menjaga bumi dari kerusakannya? kerusakan rumah kita?
Apakah kita sudah merawat bumi dengan baik dan benar?
Saya seperti tersentak, namun juga tersadar... melihat kondisi bumi saat ini.



Yakin deh... selama ini kita merasa sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga rumah kita dari kerusakan, rumah kita dalam arti sebenarnya ya.

Menjaga kebersihan rumah... insyaallah sudah kita lakukan.
Namun menjaga kebersihan bumi, merawat bumi atau setidaknya terlibat walau sedikit saja...
Apakah sudah kita semua lakukan?
Sedihnya... mungkin banyak di luar sana yang sudah berbuat banyak untuk bumi, sayangnya saya belum :( *sedih

Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari?
Berapa banyak sampah yang tanpa pikir panjang kita buang sembarangan di tempat sampah (pecahan kaca, baterai bekas, popok bayi, dll) tanpa berpikir akibatnya di masa depan?

Intinya kita gak mau repot, gak mau susah, maunya yang mudah dan enak saja.
Soal akibatnya kelak di masa depan... EGP (emang gue pikirin)
Aahhh... batin ini tertonjok!

Selama ini kita nyampah dengan enaknya,
tanpa peduli bagaimana nasih sampah kita dan dampaknya bagi lingkungan :(
Kamu pernah nyampah yang mana aja?


Kebiasaan/Lifestyle Nyampah

Pas di perjalanan, haus... males bawa tempat minum sendiri, enaknya beli air dalam kemasan plastik.
Soal sampah plastiknya... EGP!
Males ribet ah.

Pas di perjalanan, lapar, pingin bungkus/beli makanan buat dibawa pulang... males bawa tempat makan sendiri/makan di tempat (biar tidak menghasilkan sampah yang susah didaur ulang), enaknya bungkus plastik/stereofoam aja ah.
Soal sampah plastik/stereofoamnya... EGP!
Males ribet ah.

Pas belanja di pasar tradisional...
beli wortel 1/4kg dikresekin sama penjualnya. (1)
beli tauge 2000, dikresekin (1+1=2)
beli telur 1kg, dikresekin dobel (2+2=4)
beli udang 1/2kg, dikresekin dobel (4+2=6)
beli tahu putih, sudah dalam bungkusan plastik paketan isi 3, dikresekin lagi (6+2=8)
beli tempe 1 lonjor, sudah dalam bungkusan plastik, dikresekin lagi (8+2=10)
beli buah, dikresekin (10+1=11)
beli beras, diplastikin, kadang masih dikasih kresek lagi (11+2=13)
beli sayur hijau, dikresekin juga (13+1=14)
beli bawang merah 1/2kg, dikresekin (14=1=15)
beli bawang putih 1/2kg, dikresekin (15+1=16)
beli jagung manis 3 buah, dikresekin (16+1=17)
beli jajanan pasar 3 bungkus, dikresekin (18+1=19)
dalam 1 kali belanja ke pasar, berapa kresek/plastik yang kita dapatkan? sekitar 19 kresek/plastik!
Itu baru belanja sederhana, belum belanjaan yang banyak macamnya lagi.
Belanja tiap hari? Tinggal dikalikan saja berapa total plastik/kresek yang kita kumpulkan...
Trus kresek/plastik sebanyak itu mau dibuat apa?






Kurangi/Hindari Nyampah, Terlebih Sampah Plastik & Sejenisnya

Bukankah sebenarnya beberapa barang yang kita beli itu bisa tetap kita beli tanpa perlu dikresekin/diplastikin lagi?
Cukup masukkan saja barang-barang itu di keranjang belanjaan kita.
Untuk beberapa barang tertentu, semisal telur, ikan, dll, mungkin perlu tempat khusus yang bisa kita bawa dari rumah, sehingga tidak lagi perlu kresek/plastik yang menambah jumlah sampah plastik kita.
Tapi... ya gitu, ribet memang...karena kita belum terbiasa.

Bahkan saat menolak dikresekin ke penjualnya, penjualnya mimik mukanya seperti keheranan, dan merasa kalau tidak dikresekin/diplastikin seperti kurang sopan...
Yah, ini semua hanya soal kebiasaan.

Ayo berubah!

Ayo, pikirkan lagi, seberapa banyak andil kita dalam menambah kerusakan bumi
Juga seberapa banyak andil kita dalam turut menjaga bumi.

Selama kita paham sebab-akibatnya...
Insyaallah, kata ribet hanyalah kata yang membuat kita malas berubah.

Lihatlah bumi sekarang...
Panas dan hujan sudah tidak sesuai musimnya.
Kejadian-kejadian yang tidak diprediksi akan ada sebelumnya, kini tiba-tiba jadi ada.
Sampah menggunung, entah butuh berapa ratus tahun lagi untuk menghilangkannya, akibat susahnya pendaurulangan sampah, terutama plastik/stereofoam, dan sejenisnya...

Lihat wajah anak tercinta kita...
Wajah bumi macam apa yang akan mereka jumpai nanti, jika saat ini kerusakan bumi sudah nampak kita jumpai.



Masing-masing kita adalah Agent Of Change.
Masing-masing kita bisa melakukan perubahan,
Terutama untuk perubahan diri sendiri, yang semoga saja bisa menginspirasi dan turut merubah dunia.


Ayo terus berusaha mengurangi/menghindari menghasilkan sampah, terutama sampah plastik, dkk yang susah didaur ulang.
Berat memang merubah kebiasaan, yang semula enak, mudah, gak ribet...

Bismillah, yuk ikhtiar sama-sama, berusaha menjaga bumi. Bumi terjaga, kita pun insyaallah terjaga.
Tidak mudah memang merubah kebiasaan, namun ayo terus berusaha!


Sekarang, meski terkesan ribet, susah, namun jika sudah biasa, akan santai juga menjalaninya, terbukti di negara-negara maju, mereka membuang sampahnya ribet tapi enjoy kok.
Semoga dengan berubahnya kita, bisa merubah bumi yang sakit ini menjadi sehat kembali.
Untuk kesehatan dan kehidupan anak-cucu kita tercinta kelak.
Untuk wujud syukur kita atas karunia nikmat Tuhan yang sudah kita jaga, termasuk bumi ini.

Jika menjadi Zero Waste itu saat ini masih nampak mustahil bagi kita yang masih terbelenggu kebiasaan buruk nyampah ini...
Setidaknya mari memulai dengan :
Let's Reduce our waste
Let's Reuse our waste
Let's Recycle our waste
Semoga ikhtiar kita, membawa kebaikan bagi diri sendiri, lingkungan, dan bumi tercinta,
Untuk semua yang sudah menginspirasi di luar sana, terima kasih sudah menyadarkan kami yang terlena ini. Semoga kebaikan yang telah dilakukan, menjadi keberkahan dan kebaikan yang berlipatganda bagi kalian semua. Aamiiin.

Salam,
Yang masih tertatih belajar berusaha mencintai bumi lebih baik lagi,
Zakia Wishbeukhti - CerdasManfaat.com




8 comments:

  1. iya ke pasar tuh yah belanja cuman semenel aja dibungkusin plastik mba sepertinya pedagang pasar tuh drwaman banget kasih plastik hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Pernah saya menolak diberi plastik, malah pedagangnya yang sedikit maksa, katanya gak enak kalo gak diplastikin, saru (bahasa jawa = tidak sopan) katanya :D
      Jadi jelasin ke pedagangnya deh kalo memang lagi berusaha menghindari/ngurangi sampah plastik :)

      Delete
  2. Syukur alhamdulillah, di Bali sudah dilarang memakai tas plastik jadi kemana-mana kami bawah tas belanja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bali keren yaa.
      semoga daerah lain menyusul segera, aamiin :)

      Delete
  3. Aku juga sempet kepikiran sama problematika persampahan yang ada di bumi ini. Ingin memulai Zero waste tapi kok kayaknya susah ya, soalnya kalau beli cemilan di swalayan kemasannya juga plastik.๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk zero waste, memang tidak mudah, dan untuk mewujudkannya di segala hal perlu dukungam dari banyak pihak, termasuk produsen dengan kemasan dagangannya, juga pemerintah dengan dukungan aturan dan kebijakannya...
      Namun menunggu itu semua terwujud, yang entah kapan, kita bisa memulainya dengan Less waste dulu, minimal kita mengurangi potensi sampah uang timbul, juga berusaha menghindarinya jika memungkinkan menggunakan yang lain ๐Ÿ˜Š

      Beberapa hal memang saat ini ada yang tidak bisa dihindari dari sampah plastik ini, karena belum tersedianya alternatif lain... Semisal saat membeli gula, masih dikemas plastik... Namun di beberapa tempat/kota besar alhamdulillah sudah mulai banyak yang aware dengan bahaya sampah plastik ini, dengan membuka toko curah/isi ulang, sehingga pembeli cukup membawa wadah sendiri untuk mengisi ulang produk yang di belinya. Semoga semakin banyak hal seperti ini ya ๐Ÿ˜

      Delete
  4. Nyadar banget, bungkusin orderan pake plastik, ditambah lakban. Ada idekah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, ini salah satu dilema juga ya mbak. Sementara ini saya memang blm ada alternatif lain selain plastik untuk membungkus orderan, agar produk tetap aman terjaga hinggas ke tangan customer, meski hujan, dll.

      Dan setahu saya, misal kita bungkus orderan pakai kertas (untuk jarak pengiriman dekat masih ok), di pihak kurir (kurir tertentu) membungkusnya lagi dengan plastik agar aman ๐Ÿ˜’

      Semoga ada produk pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan untuk solusi bungkus orderan ini ya mbak...

      Delete